
Rp9.125.000
terkumpul dari Rp100.000.000
Hamba Allahberdonasi Rp25.000
Penggalang dana
NU Care-LAZISNU
Hari Santri bukan sekadar momentum peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat atas panjangnya kiprah dan pengabdian santri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, santri bersama para ulama turut mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat perjuangan tersebut salah satunya tercermin melalui Resolusi Jihad yang digelorakan Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari pada 1945.
Semangat perjuangan itu kini terus diwariskan kepada para santri melalui pendidikan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan, hari ini santri memiliki peran untuk mengisi kemerdekaan dengan ilmu, karya, dan pengabdian bagi kemajuan negeri.
Pada 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengangkat tema Hari Santri, “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, yang kemudian dirumuskan kembali oleh NU Care-LAZISNU menjadi “Bekali Pendidikan, Kuatkan Masa Depan Santri!”. Tema ini menjadi pengingat bahwa tradisi keilmuan, nilai-nilai pesantren, dan semangat pengabdian yang diwariskan para ulama perlu terus dijaga dan diperkuat. Dari akar tradisi yang kokoh, santri diharapkan mampu terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan dan membangun masa depan negeri.
Pesantren menjadi salah satu ruang penting dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus membentuk karakter santri. Di dalamnya, pendidikan tidak hanya membekali santri dengan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai keagamaan, kemandirian, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut juga perlu diwujudkan melalui pendidikan yang inklusif, dengan memastikan setiap santri, termasuk santri/siswa difabel, memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi sesuai potensinya.
Besarnya potensi generasi santri tercermin dari jumlah pesantren dan santri di Indonesia. Data Kementerian Agama RI tahun pelajaran 2024/2025 mencatat terdapat 42.433 pondok pesantren dengan 2.974.307 santri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Namun, di balik besarnya potensi tersebut, masih banyak santri yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi, terutama santri berprestasi, santri duafa, serta santri/siswa difabel yang membutuhkan dukungan dan fasilitas sesuai kebutuhannya agar dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih setara dan inklusif.
Melalui momentum Hari Santri 2026, NU Care-LAZISNU mengajak masyarakat untuk bersama-sama menguatkan langkah para santri melalui:
1. Beasiswa Santri Teladan Nusantara
Beasiswa yang diperuntukkan bagi santri/siswa dari kalangan kurang mampu (duafa) dan/atau berprestasi, maupun santri/siswa dengan kebutuhan khusus.
2. Bantuan Alat Sekolah
Bantuan disalurkan dalam bentuk tas, seragam, sepatu, alat tulis, buku, serta perlengkapan belajar lainnya sesuai kebutuhan penerima.
3. Alat Bantu Santri Difabel
Bantuan ini disalurkan dalam bentuk alat bantu difabel seperti kursi roda, kruk, alat bantu dengar, kaki palsu dan alat bantu lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.
4. Santunan Santri
Santunan santri diperuntukkan bagi santri/santri difabel dari keluarga prasejahtera yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari di pesantren.
Bersama santri, mari kuatkan akar tradisi melalui pendidikan dan tumbuhkan semangat pengabdian untuk menjaga keutuhan negeri!